Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Lemari

Lemari merupakan salah satu jenis furniture yang menjadi kebutuhan pokok dalam rumah tangga. Fungsi lemari adalah untuk menyimpan atau menampung sesuatu. Lemari diproduksi dengan jenis dan ukuran yang berbeda-beda. Fungsinya juga berbeda-beda. Ada lemari untuk menyimpan pakaian, ada juga lemari untuk menyimpan buku, bahkan juga untuk menyimpan piring dan barang pecah belah lainnya. Di berbagai toko meubel, lemari merupakan salah satu produk yang paling laris. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan lemari masih sangat tinggi. Bertambahnya barang atau benda dalam sebuah rumah tangga dari tahun ke tahun merupakan salah satu faktor mengapa lemari baru selalu dibutuhkan. Selain jenis, ukuran, dan modelnya, harga jual lemari juga bermacam-macam. Banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan harga lemari di pasaran. Berikut ini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual lemari.

Bahan Lemari

Bahan lemari merupakan faktor terpenting yang membedakan harga sebuah lemari dengan harga lemari lainnya. Jenis dan keunggulan bahan menjadi tolok ukur utama produsen furniture ketika akan menjual lemari. Misalnya, lemari yang terbuat dari bahan pilihan seperti kayu jati, tentu akan jauh lebih mahal dari harga lemari kayu olahan yang dipres atau direkatkan dengan bantuan teknologi, misalnya kayu olahan pohon kelapa yang direkatkan dengan bahan pelapis di bagian luarnya. Tidak hanya jenis bahannya, ketebalan dan kualitas sebuah bahan juga akan menentukan harga lemari. Misalnya lemari kayu jati muda, akan lebih murah dari lemari kayu jati tua.

Model Lemari

Model sebuah lemari akan mempengaruhi ongkos produksinya, sebab model juga berpengaruh pada bahan-bahan yang dibutuhkan. Misalnya, semakin banyak ruangan atau fitur sebuah lemari, akan semakin mahal harganya dibandingkan dengan lemari minimalis. Model lemari juga berkaitan dengan kerumitan pengerjaannya. Bahkan tidak jarang sebuah model lemari harus mengkombinasikan berbagai jenis bahan.

Usia Lemari

Usia lemari juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menjual lemari. Misalnya, lemari kuno akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan lemari yang tahun produksinya masih baru. Dengan catatan, lemari tua atau lemari kuno tersebut kondisinya masih bagus. Mengapa lemari tua bisa lebih mahal dari lemari yang produksinya tergolong baru? Sebab semakin tua usia kayu, terutama kayu jati, maka akan semakin bagus kualitasnya. Selain kualitas kayu yang semakin bagus, faktor historis dan keunikan sebuah lemari kuno juga menjadi faktor pendongkrak harga jual sebuah lemari.

Produsen Lemari

Produsen lemari ternyata juga sangat mempengaruhi perbedaan harga lemari. Misalnya, lemari dengan model dan fitur yang sama, jika produsennya berbeda, akan berbeda pula harganya. Hal ini berkaitan langsung dengan brand. Sebab brand atau merk tertentu dikenal bagus dan halus dalam pengerjaan atau produksinya. Sementara merk atau produsen lainnya bisa jadi kurang halus atau kurang mendetail ketika memproduksi sebuah lemari.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *