Mengenal Interior Rumah Yang Ramah Lingkungan

Seperti halnya konsep ramah lingkungan pada bagian eksterior, membuat interior rumah yang ramah lingkungan pun didasarkan pada potensi lingkungan. Alam di sekitar kita, seperti udara alami yang sejuk dan matahari yang bersinar sepanjang tahun, berpotensi untuk kita gunakan dalam merancang rumah tinggal karena pada dasarnya alam ciptaan Allah Swt. ini sudah sempurna dan seimbang.

Untuk menghadirkan interior rumah yang ramah lingkungan sebenarnya tidaklah sulit. Sebagai contoh, maksimalkan taman Anda agar dapat menyediakan oksigen murni di sekitar rumah kita. Yang kita perlukan hanyalah kemauan kita untuk menggunakan potensi alam agar hidup kita lebih sehat dan kejelian dari segi desain.

Ciri dan konsep

Ramah lingkungan berarti interior rumah harus dirancang agar dapat bekerjasama dengan alam sehingga potensi alam dapat mendukung kondisi keseharian rumah kita. Kita sebenarnya tidak memerlukan AC bila ruangan sudah sejuk dan nyaman dengan udara alami dari bukaan jendela dan ventilasi. Ini merupakan salah satu contoh ramah lingkungan dari segi pemanfaatan udara alami.

Baca Juga : MEMAKSIMALKAN DESIGN KANTOR MODERN

Contoh lain dari interior rumah yang ramah lingkungan adalah pencahayaan rumah pada siang hari yang didapat dari cahaya alami matahari secara maksimal, melalui jendela, bukaan, dan ventilasi yang terhubung dengan taman-taman di sekitar rumah. Sebagai alternatif dari jendela biasa, untuk mendapatkan cahaya matahari secara maksimal kita bisa menggunakan skylight atau lubang pada atap.

Pilihan bijak

Kita sebenarnya tidak harus memilih interior rumah yang ramah lingkungan. Namun, ini merupakan pilihan yang bijak agar kita bisa lebih menghargai dan memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh alam. Cahaya alami, udara alami, dan tanaman yang menyegarkan dan menyejukkan, semua dapat kita peroleh dengan cuma-cuma. Sayang sekali bila tidak kita manfaatkan, bukan?

Kriteria material ramah lingkungan

Salah satu syarat interior ramah lingkungan adalah terpenuhinya kriteria materialnya yang ramah lingkungan, di antaranya:

  1. tidak beracun, baik sebelum maupun sesudah digunakan
  2. tidak memproduksi zat-zat yang berbahaya bagi lingkungan dalam proses pembuatannya
  3. dapat membuat kita terhubung dengan alam, dalam arti kesan alami dari material tersebut membuat kita semakin dekat dengan alam (misalnya, kayu pada pepohonan, bata mengingatkan kita pada tanah)
  4. mudah didapat dan tidak memerlukan ongkos atau proses pengangkutan yang besar dan jauh, sehingga dapat menghemat BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan.
  5. material dapat terurai secara alami dengan mudah

Contoh material yang memenuhi kriteria di atas di antaranya batu bata, semen, batu alam, kayu, bambu, dan keramik lokal. Untuk mengukur ramah lingkungan atau tidaknya suatu material dapat menggunakan salah satu kriteria di atas saja. Namun, bila bisa memenuhi beberapa kriteria dan membuat kita merasa semakin dengan alam akan semakin baik.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *